ARTIKEL
Diposting pada : 2017-11-01 | Oleh : Affan_Indonesia

Salah satu upaya dalam pelestarian bahan perpustakaan adalah melalui kegiatan penjilidan bahan perpustakaan. Secara internasional the international organization standardization (ISO) sudah menetapkan ISO 14416:200 : information and documentationtentang persyaratan untuk penjilidan buku, terbitan berkala, terbitan berseri dan dokumen kertas lainnya untuk penggunaan di perpustakaan dan lembaga PUSDOKINFO. Dalam standar tersebut telah diatur tentang prosedur penjilidan, metode, standar bahan, model penjilidan, dan teknik penjilidan yang berlaku secara internasional. Menurut media perpustakaan penjilidan adalah suatu kegiatan menghimpun atau menyusun halaman-halaman atau lembaran-lembaran lepas menjadi satu, sesuai urutan lembaran-lembaran yang seharusnya, yang dilindungi dengan ban atau sampul dengan menggunakan bahan dan alat bantu tertentu ( peralatan dan bahan penjilidan ) agar mudah digunakan dan untuk melindungi fisik dan nilai informasinya buku tersebut.

Mengapa buku atau bahan pustak

a harus dijilid? Menurut Cockerell, (1968:17): “Buku dijilid agar halaman-halamannya tersusun menurut urutan yang sebenarnya, dan untuk melindungi buku tersebut.” Dengan susunan menurut urutan sebenarnya, maka buku dapat dipergunakan dengan mudah. Alangkah kurang baiknya  jika sebuah buku tidak disusun menurut urutan halamannya.kegiatan. Untuk buku-buku yang telah mengalami kerusakan, perlu segera dilakukan penjilidan ulang, agar nilai informasi yang ada didalamnya tidak hilang, sehingga buku yang telah diperbaiki dengan penjilidan ulang tersebut dapat dimanfaatkan kembali oleh pengguna perpustakaan. Sebaliknya buku atau bahan pustaka yang tidak dijilid tampak rusak dan penuh debu. Karena itu penjilidan bisa dimasukkan dalam bidang pelestarian bahan pustaka. Bahan pustaka yang rusak seperti isi buku, lem atau jahitan yang lepas, sampul yang sudah rusak dapat diperbaiki dengan mereperasi atau menjilid kembali. Penjilidan kembali dimaksud untuk mempertahankan bentuk fisik, sekaligus mempertahankan kandungan informasi di dalamnya. Kekayaaan koleksi perpustakaan sebagai aset Bangsa yang memuat nilai-nilai luhur bangsa merupakan sumber informasi utama yang harus dilestarikan. Mengingat banyaknya hasil karya budaya bangsa di masyarakat yang perlu diselamatkan fisik dan dilestarikan kandungan informasinya.

Maksud dari kegiatan pelestarian ialah mengusahakan agar bahan pustaka tidak cepat rusak, Sedangkan tujuan peletarian bahan pustaka dapat disimpulkan sebagai berikut :

1. Menyelamatkan nilai informasi dokumen

2. Menyelamatkan fisik dokumen

3. Mengatasi kendala kekurangan ruang

4. Mempercepat perolehan informasi.

Salah satu bahan pustaka yang dapat juga dilestarikan adalah Koran dari tahun yang terdahulu. Tujuannya adalah untuk menjaga menjaga keaslian bentuk fisiknya maupun dari segi informasinya. Karena koran mengandung banyak informasi dari peristiwa pada masa lalu yang mengandung banyak sejarah dan begitu penting untuk di lestarikan agar generasi-generasi selanjutnya mendapatkan informasi pada masa terdahulu. Jadi, Tujuan utama penjilidan di Perpustakaan adalah untuk melestarikan bahan perpustakaan agar tetap dalam keadaan utuh dan terhindar dari kerusakan fisik guna menunjang fungsi perpustakaan dalam melaksanakan layanan perpustakaan. Pelestarian bahan pustaka mengusahakan agar bahan pustaka tidak cepat mengalami kerusakan. Dengan pelestarian yang baik, diharapkan bahan pustaka dapat berumur lebih panjang dan awet, bisa dipakai lebih lama dan bisa menjangkau lebih banyak pembaca Perpustakaan.

©Copyright 2017 perpustakaan UNSIQ by Affan_Indonesia Design All Rights Reserved
Alamat : Jalan Raya Kalibeber Km. 3 Wonosobo Jawa Tengah
Telp./Fax : (0286)321873
Online Chat :
TelegramAffan
WhatsAppAffan